Minggu, 26 Februari 2017

Aku Ingin Berisi - #30DWCHari26

Merujuk kepada judul yang sangat membawa keambiguan pada hari ini, timbul sebuah pertanyaan yang akan membawa pemikiran kita lebih dalam dan jauh pada materi tersebut. “Apa maksud dari Aku Ingin Berisi?”

Berisi bisa menjadi berbagai macam hal. Dalam konteks umum, berisi merupakan suatu pengukuran dimana suatu wadah atau ruangan memiliki hal yang menempatinya atau dengan kata lain tidak serta-merta kosong. Berisi dalam tulisan saya kali ini membahas tentang sebuah keinginan menulis yang tidak hanya sekedar menulis, tapi memiliki makna dari inci tiap kata yang tertorehkan dari pena maupun ketikan kita masing-masing.

Untuk menjadi seorang yang “Berisi”, terbagi dalam berbagai macam kategori :

1.       Berisi dalam hal Metafisik (Sebut saja dia Hati): Sebuah kategori dimana orang yang berisi dalam hal ini memiliki kepekaan sosial yang tinggi, tidak hanya berniat untuk membantu orang lain, tetapi juga bertekad untuk memperbaiki diri dan tidak diam saja ketika ada masalah, dibutuhkan rohani dan pemikiran yang kuat pula untuk membimbing hati menjadi lebih baja daripada biasanya.

2.       Berisi dalam hal Pikiran: Lebih mengedepankan logika dan memiliki kekayaan ilmu serta kemampuan berperang dalam hal intelektual yang tinggi, untuk menemani keseimbangannya, pikiran butuh berkesinambungan dengan hati agar terjadi sinergis yang baik untuk menghasilkan lingkungan yang nyaman bin tentram.

3.       Berisi dalam hal Fisik: Disamping hati dan pikiran, tubuh juga memiliki peran penting dalam keseharian kita. Tanpa berisi di dalam hal ini, coba bayangkan selemah apa kita menjalani aktifitas sehari-hari? Dibutuhkan hati dan pikiran yang perduli akan diri sendiri dan juga orang lain untuk memenuhi kategori ini.

Lalu, aku ingin berisi dalam hal apa? Dalam hal menulis. Loh kan tidak ada di kategori, eits tunggu dulu! Menulis bisa memenuhi ketiga kategori tersebut loh.

1.       Menulis bisa membuat hati menjadi tentram karena penyaluran emosi yang terlatih dengan baik dan benar.

2.       Menulis dapat membuat pikiran candu akan belajar dan memperluas ilmu yang bisa digunakan untuk dunia dan akhirat.

3.       Menulis membutuhkan energi dan ikhtiar yang kuat untuk menjalankannya, membuat fisik kita terlatih dan juga kita tertuntut untuk perduli akan diri sendiri agar siap untuk selalu menulis kedepannya.


Oleh karena itu, aku ingin berisi dalam penulisanku karena aku merasa akan mendapatkan manfaat untuk hati, pikiran, dan ragaku dengan menulis. Bahkan tidak hanya aku, tapi kamu (iya, kamu!) pembaca tulisanku, semoga hati kamu bergerak untuk menulis agar membuat dirimu lebih berisi dalam hal positif, dan juga dapat memotivasi orang lain untuk melakukan kebaikan seperti kamu atau bahkan lebih dari kamu!

#30DWCJilid4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar