Senin, 20 Februari 2017

Bitter (Part 1) - #30DWCHari18

Datang dan pergi begitu saja

Menggoreskan luka tanpa pamit

Kau melangkahkan hatimu menjauhi hatiku

Sadarkah? Jejak hatimu terlalu pekat untuk aku hapus

Layaknya secangkir kopi yang mempertemukan kita

Kau adalah salah satu keindahan yang terasa pahit

Langit London menjadi saksi bisu

Bahwa aku pernah menitikkan air mata untukmu

Seorang Linnaeus Alan, sang adam yang misterius dan selalu aku pertanyakan

- Cassandra Lila

·         CafĂ© Lalouille, London 2009

Kesakitanku bertambah pahit ketika harus aku akui…

Aku menahan rasa cintaku untukmu, namun…

Kau tetap ada

Cerita yang ia baca di sebuah situs web membuatnya mengingat sebuah lagu. Lagu itu terngiang dalam benak seorang perempuan berambut blonde bernama Lila, lagu lama yang pernah diputar dalam satu stasiun televisi di London. Sangat menggambarkan isi hatinya, namun ia menolak untuk mendengarnya lagi.

“Untuk apa aku dengar? Hanya mengingatkanku kepada sebuah hal yang semu.” Ucapnya dengan lirih kepada seorang lelaki yang berada di hadapannya, dialah Marcell, seorang sahabat lelakinya sekaligus pendengar yang baik bagi Lila. “Bukankah itu lagumu dengannya?” ujar Marcell membalas perkataan Lila.

“Apa yang penting dari sebuah lagu jika…”

#30DWCJilid4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar