Selasa, 21 Februari 2017

Bitter (Part 3) - #30DWCHari20

·         Kediaman Keluarga Linnaeus, London – 2004

Pintu rumah Alan sudah berkali-kali terketuk, namun lelaki itu masih saja tidak ingin membukanya untuk bertemu dengan orang yang mengetuk pintu rumahnya itu.

“Alan, aku mohon, aku butuh ngomong sama kamu”

Setelah perempuan itu berkali-kali memohon Alan untuk membuka pintu yang menjadi penghalang bagi mereka berdua, akhirnya hati Alan luluh dan membuka pintu tersebut. Entah mengapa seketika hati Alan mendingin kaku, terasa sangat tercekat diantara suasana itu, ia hanya ingin menyuarakan satu kepastian kepada perempuan di hadapannya itu, siapa lagi? Pastilah, Lila.

“Mau ngomong apa?”

“Alan…”

“Sudah ngomong aja, toh aku dengar kamu kok, tak usah berlama-lama”

“Lan, bukannya aku menolakmu tapi…”

“Ah sudahlah, jangan bahas itu lagi atau akan kututup lagi pintu ini”

“Baiklah, aku tidak akan membahas itu, namun ada satu yang harus kau tau”

“Apakah itu penting?”

“Lusa, aku sudah ga ada di London, Lan… Aku pamit”

“Hanya itu?”

Tangan Alan membanting keras pintu rumahnya di depan wajah Lila, sungguh itu juga merupakan tamparan keras untuk Lila, ia serasa tidak diperdulikan oleh Alan. Ada yang salah diantara mereka berdua ‘sepertinya’


#30DWCJilid4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar