Ntah mengapa, tak
seperti biasanya aku tak semangat berdoa di kala hujan
Mungkin saja karena di
setiap waktu yang mustajab ini, doaku selalu sama, sehingga diriku sendiri
menjadi bosan, aku tidak tau bagaimana dengan Allah SWT, mungkin ia juga merasa
penasaran mengapa doa yang ku panjatkan selalu sama.
Sama-sama mendoakan
harap yang sama dengan yang sama merindukan mimpi yang sama, sebenarnya siapa
kamu pengharap yang sama denganku?
Mau tidak mau, aku
harus tidak mau, mengharapkan sebuah nama di dalam doa, karena sejatinya yang
mencintaku adalah Allah SWT
Ruang kosong dalam
hati dan pikiranku terbuka karena sering melupakanNya, oh Tuhan, maafkanlah aku
kali ini
Bolehkah doa ini
menjadi harapku yang terakhir dengan menyelipkan anganku? Aku harap boleh…
Dan
aku percaya tanpa aku mengharapkan itu pun, kau maha mengetahui
sedalam-dalamnyaharta karun impian dalam jiwa-jiwa patahku.
Kedua tangan ini
kugosokkan agar menciptakan kehangatan di setiap sisinya, kuangkat di depan
wajahku dengan penuh hayat, kupanjatkan doa dengan harap hujan menyampaikan
aliran air dengan pesan doaku kepada asa yang tepat.
Harap singkatku untuk apapun yang menghadangku di masa depan, semoga aku bisa menghadapi dan melewatimu dengan baik, ujianku.
#30DWCJilid4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar