Minggu, 05 Februari 2017

Lawan! - #30DWCHari5

#30DWCHari5

Di sela-sela ketidak adilan, seluruh pengakuan hati ini aku tulis

Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri

Ntah mengapa aku setuju denganmu mas,

Bagaikan bunga, mengapa banyak penguasa tak merestui rakyatnya untuk tumbuh?

Aku tau, paradigma yang ada padaku, beberapa tak sama sakitnya dengan aku

Ada yang bilang hidup tak usah banyak kritik, bertindak apatis serasa akan selamanya hidup harmonis

Tetapi aku, aku sadar bumi pertiwiku sedang menangis, bungkamku tak dapat diam, dengan banyak aksara yang keluar dari raga dan pikiranku

Aku harus bicara, jika kamu diam, aku sekarang boleh ngomong kan?

Pak, Bu… Saya mau tanya, kok kalau saya ngisor dikit dari ibukota, rasanya sudah lain ya?

Masih saja ada kesenjangan sosial di antara kita,

Kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan adalah pokok permasalahan utama

Dengan bangku politik dan kekuatan media, semua masalah seakan-akan ditutupi dan mengurung kebenaran yang ada

Padahal negeri ini adalah rumah kita, tapi mengapa kami yang merupakan saudara sebangsamu, kau cekik dengan topengmu bertubi-tubi

Jangan kau bolak-balikkan Bhinneka Tunggal Ika kami Pak, Bu…

Aslinya, kami adalah SATU, masyarakat dengan toleransi tinggi dibawah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya

Jika kamu menghancurkan rumahku, kau bukan pemimpin untuk kami, tetapi musuh terbesar yang akan kami lawan

Kami tidak segan menagih janjimu



Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!

- Terinspirasi dari penggalan Puisi Wiji Thukul-

#30DWCJilid4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar