Terkadang hidup tidak sesuai dengan keinginan. Saat hidup berjalan
melalui cerita yang kita inginkan, seringkali Tuhan sengaja menghalangi dan
menutup jalan itu, untuk memberitau bahwa langkah yang terlangkahkan pada waktu
itu bukanlah langkah yang terbaik jika dilangkahkan di jalan itu. Sebenarnya
mudah saja, kita bisa langsung menyusuri jalan yang baru, melewati hidup yang
lebih baik atau rintangan baru yang telah Ia sediakan.
Tetapi tak ayal, kita seringkali terpaku, memilih untuk bersimpuh di
depan jalan yang sudah tertutup, meratapi segala yang telah terjadi dilangkah sebelumnya.
Padahal, manusia bukanlah penulis takdir dunia yang bisa seenaknya membuka
pintu takdir di sembarang jalan yang ia mau. Setelah jalan keinginan kita
tertutup, tugas kita sebagai insan hanyalah mencoba ikhlas, tetap mengarungi
hidup untuk bertahan mencari bekal di kehidupan selanjutnya, yaitu ranah
kematian.
Mudah memang untuk berkata, namun hati tak dapat semudah itu setuju
dengan logika. Lalu untuk hal itu, hanyalah cinta dariNya yang dapat
menentramkan hati kita, dekatkanlah sandaran padaNya, mungkin hati masih gundah
karena terlampau jauh dariNya. Ingatlah, Tuhan sengaja menyelamatkan (manusia
dengan keserakahan dan kesempurnaan yang tinggi dibanding makhlukNya yang lain)
dari jalan yang salah, agar kita dapat merasakan kebahagiaan yang hakiki dengan
bersyukur dan mencintaiNya lebih baik lagi.
Bukalah rasa untuk mencintai jalan hidup yang baru dan percayalah bahwa
Dia tidak pernah lupa menyediakan hal yang terbaik untuk setiap jerih payah
yang telah usai kita torehkan.
Terinspirasi dari: “Bukan
bahagia yang menjadikan kita bersyukur, melainkan dengan bersyukurlah yang
menjadikan hidup kita bahagia” Panji
Ramdhana
Banyak selipan tulisan bertema sementara yang menemani karangan "Wanita Kelapa"
Selanjutnya dan secepatnya, doakan Wanita Kelapa akan ditulis kembali. (Haha, edisi writer's block, mianhae readers)" #30DWCJilid4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar