Belum sempat Lila meneruskan perkataannya, sesosok tegap
dengan penampilan serba hitam memasuki Café dan menuju antrian pembelian. Nafas
dinginnya terlihat mengepul putih ditengah dinginnya cuaca saat itu.
Kedatangannya membuat Lila terbata, siapa memang?
“Original Espresso” pesan
lelaki itu kepada waitress yang berada di hadapannya.
Lelaki itu memejamkan matanya sejenak sembari mencium
bebauan kopi yang tersebar dengan hangat di Café tersebut, sampai akhirnya ia
membuka mata dan pandangannya terfokus kepada seseorang yang duduk di sudut
ruangan, Lila.
Suasana senyap antara mereka berdua terpaut beberapa detik
sebelum waitress memecahkannya dengan menyajikan segelas espresso hangat yang
siap untuk dibawa oleh lelaki itu.
“Mata bulat itu…” batin
Lila menggumam pelan saat melihat lelaki itu berlalu begitu saja tanpa menyapa.
“Cel, kau lihat siapa
tadi?” tanya Lila kepada Marcell yang sedang memperhatikan ekspresi Lila.
“Ya, aku lihat Alan…
Sosok yang baru saja kau ceritakan, speechless kah?” perkataan Marcell
tidak membuat Lila berpikir terlalu keras.
”Tentu”
Satu kata yang dikeluarkan oleh Lila untuk menjawab segala
keheningan yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar